Amraini – Learn Sunnah

Amalan Sunnah Pada Saat Mendengar Adzan

Video Penjelas (By. Yufid TV)
1. Mengikuti kalimat yang diucapkan oleh Muadzin

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash –Radhiyallahu Anhuma-, bahwasanya ia pernah mendengar Nabi –Shallallahu Alaihi wa Sallam– bersabda,

«…إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ … »

“Apabila kalian mendengar seorang muadzin berkumandang, maka ucapkanlah kalimat yang sama seperti yang ia ucapkan..” (HR. Muslim no. 384)

Dalilnya adalah

Disunnahkan bagi orang yang mendengar adzan untuk mengucapkan kalimat yang sama seperti yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada kalimat yang didahului dengan hayya, hendaknya dijawab dengan la hawla wala quwwata illa billah.

Begitu pula saat muadzin shalat shubuh menyerukan kalimat ash-shalatu khairun minan-naum, maka hendaknya orang yang mendengar seruan itu menjawabnya dengan kalimat yang serupa

2. Mengucapkan zikir yang diajarkan oleh Nabi saat muadzin selesai menyerukan syahadat

Ada sebuah zikir yang disunnahkan kepada orang yang mendengar seruan adzan, setelah muadzin selesai mengumandangkan kalimat asyhadu anna muhammadar-rasulullah yang kedua,  

Dzikir setelah Adzan

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شريكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضيتُ بِالله رَبَّاً، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً، وَبِالإِسْلَامِ دِيناً

‘asyhadu anla ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, radhitu billahi rabban wa bi muhammadin rasulan wa bil-islami dinan,

sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Sa’ad –Radhiyallahu Anhu-, dari Rasulullah –Shallallahu Alaihi wa Sallam-, beliau bersabda, 

«مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شريكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضيتُ بِالله رَبَّاً، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً، وَبِالإِسْلَامِ دِيناً، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ»

“Barangsiapa yang mendengar seruan seorang muadzin lalu ia mengucapkan ‘asyhadu anla ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, radhitu billahi rabban wa bi muhammadin rasulan wa bil-islami dinan,’ maka ia akan diampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim no. 386)

Dalilnya:
3. Bershalawat kepada Nabi –Shallallahu Alaihi wa Sallam- setelah adzan selesai dikumandangkan

hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru – Radhiyallahu Anhuma– ia berkata, Rasulullah –Shallallahu Alaihi wa Sallam– pernah bersabda

Apabila kalian mendengar suara muadzin, maka ucapkanlah kalimat yang sama seperti yang diserukan muadzin. Kemudian setelah setelah maka bershalawatlah terhadapku, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian setelah itu mintalah wasilah kepada Allah untukku, karena wasilah itu merupakan sebuah kedudukan khusus di dalam surga yang hanya diberikan kepada satu orang hamba Allah pilihan. Aku berharap akulah yang menjadi hamba tersebut. Oleh karena itu, barangsiapa yang memintakan wasilah itu untukku, maka ia berhak untuk mendapatkan syafaat dariku.” (HR. Muslim no.384) 

Dalilnya:
4. Memanjatkan doa khusus yang diajarkan oleh Nabi setelah adzan
Doa setelah Adzan

للَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسيلَةَ وَالْفَضيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

rabba hadzihid-da’watit-taammah wash-shalatil-qaaimah, aati muhammadanil-wasilata wal-fadhilah, wab-atsmu maqaman mahmudanilladzi wa’attah,’

“Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan. Berilah al-wasilah dan al-fadhilah kepada nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau di kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya.”

Hadits yang diriwayatkan dari Jabir –Radhiyallahu Anhuia berkata, Rasulullah –Shallallahu Alaihi wa Sallam- pernah bersabda, “Barangsiapa yang mendengar seruan adzan, lalu ia berdoa ‘allahumma rabba hadzihid-da’watit-taammah wash-shalatil-qaaimah, aati muhammadanil-wasilata wal-fadhilah, wab-atsmu maqaman mahmudanilladzi wa’attah,’ maka ia berhak untuk mendapatkan syafaat dariku di hari kiamat nanti.” (HR. Bukhari no.614)

Dalilnya:
5. Memanjatkan permohonan setelah adzan

Memanjatkan segala keinginan dan permohonan antara adzan dan iqomah. Karena adzan dan iqomah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa

Artikel Lainnya

Scroll to Top