Amraini – Learn Sunnah

Amalan Sunnah Saat Memasuki Waktu Maghrib

Video Penjelas (By. Rumaysho TV)
1. Disunnahkan agar melarang anak-anak untuk berada di luar rumah ketika masuk waktu maghrib.

Penjelasan ada pada poin nomor 2

2. Disunnahkan agar menutup pintu dan jendela ketika masuk waktu maghrib, dan menyebut nama Allah (basmalah).

Hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah –Radhiyallahu Anhuma– ia berkata, Rasulullah –Shallallahu alaihi wa Sallam– pernah bersabda,

Apabila malam akan menjelang –atau ketika sudah sore- , maka tahanlah anak-anakmu (di dalam rumah), karena syaitan sedang bertebaran pada waktu tersebut. Apabila telah berlalu sekian waktu di malam hari, maka lepaskan penahananmu dan tutuplah pintumu dengan menyebut asma Allah, karena syaitan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.” (HR. Bukhari no.3304, dan Muslim no.2012)

«إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ -أَوْ أَمْسيتُمْ- فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإنَّ الشيطَانَ يَنْتَشر حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّهِ، فَإنَّ الشيطَانَ لَا يَفْتَحُ بَاباً مُغْلَقاً»

Dalilnya:

Menahan anak-anak supaya tetap berada di dalam rumah dan menutup pintu pada waktu maghrib masuk dalam bab hal-hal yang dianjurkan. (lihat. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 26/317)

3. Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat maghrib.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani –Radhiyallahu Anhu–, dari Nabi –Shallallahu alaihi wa Sallam–, beliau bersabda,

“Lakukanlah shalat (sunnah) sebelum shalat maghrib, -lalu setelah dua kali mengatakannya, beliau berkata- bagi mereka yang mau melakukannya –karena khawatir umatnya akan menganggap hal itu sunnah (rawatib)-.” (HR. Bukhari no. 1183)

«صَلُّوا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ»، -قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: «لِمَنْ شَاءَ»

Dalilnya:

Disunnahkan pula untuk shalat dua rakaat di antara setiap adzan dan iqamah

Hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani – Radhiyallahu Anhu– ia berkata, Rasulullah –Shallallahu alaihi wa Sallam– pernah bersabda, 

“Di antara adzan dan iqamah itu ada (sunnah untuk) shalat –beliau mengatakannya hingga tiga kali, lalu setelah itu beliau berkata- bagi mereka yang mau melakukannya.” (HR. Bukhari no. 624, dan Muslim no. 838)

 «بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ» قالها ثلاثاً، قال في الثالثة: «لِمَنْ شَاءَ»

Dalilnya:
4. Dimakruhkan untuk beranjak tidur sebelum isya.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami – Radhiyallahu Anhu–, bahwasanya Nabi –Shallallahu alaihi wa Sallam– kerap mengakhirkan shalat isya, namun beliau tidak suka tidur sebelumnya dan tidak pula berbicara setelahnya. (HR. Bukhari no.599, dan Muslim no.647)

 

Adapun alasan dimakruhkannya tidur setelah maghrib (atau sebelum isya) adalah, karena bisa jadi orang tersebut akan terus terlelap hingga terlewatkan kewajibannya untuk shalat isya.

Artikel Lainnya

Scroll to Top