Amraini – Learn Sunnah

Amalan Sunnah Pada Waktu Malam Hari (Ba'da Isya)

Video Tambahan (By. Yufid TV)
1. Dimakruhkan untuk berbicara (bersenda gurau) dan dudukduduk setelah shalat isya.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami –Radhiyallahu Anhu– . Pada hadits itu disebutkan, “Beliau tidak suka tidur sebelumnya dan tidak pula berbicara setelahnya.”

Akan tetapi, jika pembicaraannya untuk suatu keperluan yang mendesak, maka tidak ada kemakruhan di dalamnya.

Alasan pemakruhannya –wallahu a’lam-: Jika shalat isya diakhirkan, maka tidurnya pun agak sudah larut, hingga dikhawatirkan ia akan terlewatkan waktu shalat shubuh, atau keutamaan untuk shalat di awal waktunya, atau terlewatkan shalat tahajjud bagi mereka yang biasa melakukannya.

2. Lebih utama jika pelaksanaan shalat isya diakhirkan, selama hal itu tidak menyulitkan bagi jamaah.

Hadits yang diriwayatkan dari bunda Aisyah –Radhiyallahu Anha– ia berkata, “Di suatu malam aku melihat Nabi –Shallallahu alaihi wa Sallam– melaksanakan shalat isya ketika waktu malam sudah cukup banyak berlalu, bahkan para jamaah di masjid sampai ada yang sudah tertidur. Setelah shalat selesai dilaksanakan, beliau bersabda, Inilah waktu shalat isya yang paling utama, seandainya tidak memberatkan bagi umatku.’” (HR. Muslim no.6387)

Dengan dalil tersebut, maka kesunnahan untuk mengakhirkan shalat isya bagi kaum wanita lebih ditekankan, karena mereka tidak diperintahkan untuk shalat berjamaah di masjid. Selama hal itu juga tidak menyulitkan bagi mereka.

Begitu pula bagi kaum pria yang tidak termasuk dalam perintah untuk shalat berjamaah di masjid, misalnya musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh dan semacamnya.

3. Diantara yang disunnahkan adalah membaca surat A Ikhlash setiap malam

Hadits yang diriwayatkan dari bunda Aisyah –Radhiyallahu Anha– ia berkata, “Di suatu malam aku melihat Nabi –Shallallahu alaihi wa Sallam– melaksanakan shalat isya ketika waktu malam sudah cukup banyak berlalu, bahkan para jamaah di masjid sampai ada yang sudah tertidur. Setelah shalat selesai dilaksanakan, beliau bersabda, Inilah waktu shalat isya yang paling utama, seandainya tidak memberatkan bagi umatku.’” (HR. Muslim no.6387)

Dengan dalil tersebut, maka kesunnahan untuk mengakhirkan shalat isya bagi kaum wanita lebih ditekankan, karena mereka tidak diperintahkan untuk shalat berjamaah di masjid. Selama hal itu juga tidak menyulitkan bagi mereka.

Begitu pula bagi kaum pria yang tidak termasuk dalam perintah untuk shalat berjamaah di masjid, misalnya musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh dan semacamnya.

Artikel Lainnya

Scroll to Top